Bulan istimewa itu hadir kembali, satu bulan diantara sebelas yang lain. Ketika tuntunan mulia dijalankan, bulan ini penuh kemuliaan. Ketika pahala dilipat gandakan, bulan ini penuh keberuntungan. Ketika pribadi-pribadi terjaga suci, bulan ini penuh dengan kesucian. Adalah orang yang merugi yang meninggalkan keistimewaan Ramadan.
Bulan istimewa ini ditandai juga dengan Lailatul Qadar, hanya satu malam saja, lebih baik dari seribu bulan. Tujuh belas Ramadan, hari bersejarah turunnya Al-Qur'an, pembeda dan petunjuk kebenaran sejati, serta tanda-tanda lainnya yang menakjubkan.
Ramadan menjanjikan kemenangan sejati bagi yang bisa mengendalikan dan mengelola diri. Kemenangan yang berdasar pada kebenaran, yang membawa keberuntungan dan kebahagian. Kemenangan yang diraih dengan segenap usaha dan kegigihan.
Sunatullah, hukum alam, tradisi, maupun pengetahuan telah mengajarkan bahwa manusia membutuhkan pengendalian untuk mencapai tataran lebih tinggi. Manusia perlu melatih diri, mengembangkan diri, mengasah kemampuan, untuk mencapai titik optimal: kematangan, kepekaan, keterlatihan. Ramadan penuh kesempatan, sebuah desain pengembangan pribadi, mahakarya Sang Empu nya jagad.
Kemenangan mengendalikan dan mengelola diri adalah kemenangan sejati. Kemenangan yang berdasar pada kebenaran, yang membawa keberuntungan dan kebahagian. Kemenangan yang diraih dengan segenap usaha dan kegigihan.
Selamat datang Ramadan, marilah berpuasa dengan kesucian untuk menggapai kemenangan sejati.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment