21 November 2005

Nasi Goreng Fresh

Apa rasa ideal untuk nasi goreng? Jawabnya tergantung pada selera dan ke-khas-an jenis nasi goreng. Sebagai penggemar nasi goreng, rasa yang ideal menurut saya adalah adanya citra rasa: nasi liwet fresh, tidak terlalu kering, bumbu tidak bikin neg, pedesnya pas dan lalapan.

Beberapa kelemahan produk nasi goreng yang pernah saya kunjungi diantaranya: bumbu neg, kurang matang, terlalu hitam karena kecap/saus, nasi terlalu kering atau terlalu basah, terlalu manis, terlalu asin dan terlalu pedas.

Untuk menghasilkan nasi goreng yang fresh, sedikit pengalaman berikut mungkin berguna. Jangan menggoreng nasi terlalu lama mengakibatkan nasi kering dan kurang segar, juga jangan terlalu cepat karena aroma gorengan tidak ada. Bumbu harus benar-benar matang terlebih dahulu sebelum dicampur dengan nasi. Untuk itu bumbu digoreng sampai matang seperti kalau kita membuat bawang merah goreng (crispy), seolah di goreng sangrai. Jangan sampai ada bumbu yang masih setengah matang. Tuangkan minyak goreng sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan untuk menghindari nasi terlalu terlalu basah karena minyak.

Kalau mau pakai telur, matangkan telur setelah bumbu matang dengan cara: pinggirkan dulu atau pisahkan bumbu sebelum telur matang. Aduk telur, setelah benar-benar matang campurkan dengan bumbu. Disini terjadi proses pematangan lanjut antara bumbu dan telur.

Ada dua tahap penggorengan nasi, pertama sekitar satu sendok nasi untuk membantu pencampuran bumbu. Campurkan dengan rata, lihat kembali kematangannya, bila perlu tunggu sebentar sampai benar-benar matang. Pada tahap ini mungkin bumbu nampak seperti gosong dan lengket. Bila sudah matang baru tahap dua yaitu nasi yang akan digoreng. Cara ini untuk menghindari penggorengan nasi terlalu lama karena menunggu matangnya bumbu.

Bila ingin pakai kecap atau saus tuang sedikit demi sedikit. Matangkan dulu kecap atau saus dengan cara: beri tempat kosong di wajan dengan meminggirkan nasi, tuangkan kecap/saus, tunggu biar panas beberapa saat baru dicampur dengan nasi.

Tahap akhir adalah mencicipi nasi goreng, bila ada yang kurang terutama garam & pedes bisa ditambahkan garam atau saus. Waktu membuat bumbu, garam dan pedesnya sedikit saja, kalau kurang bisa ditambah dengan garam atau saus pada saat mencicipi.

Sebagai tambahan yang bersifat opsional adalah daging. Saya lebih suka tidak menambah daging karena mengurangi rasa "fresh" nasi liwet. Tetapi beberapa nasi goreng di Jogja ada yang menambahkan: saus tiram, daging ayam, daging kambing atau kepiting. Yang jelas daging juga mesti matang terlebih dahulu sebelum ditambahkan ke nasi goreng biar lebih sip.

Sedangkan yang membantu rasa fresh adalah lapap sayuran. Lalapan biasanya berupa daun seledri dan tomat buah yang segar. Bisa ditambah juga dengan timun atau nanas.

Satu porsi nasi goreng yang ideal adalah satu setengah piring nasi liwet, ditambah lalapan. Porsi memang lebih banyak karena menurut pengalaman rasa fresh & gurih nasi goreng bikin tambah nafsu makan.

Hari libur dan senggang saya menyempatkan bikin nasi goreng, penggemarnya pun lumayan banyak. Kalau bicara business sense hobi ini bisa menjadi bisnis bener gak ? :))

03 November 2005